Substitusi Daging Dengan Hati Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Pada Bakso Ikan Sebagai Makanan Selingan Sumber Fe Bagi Remaja

Authors

  • Olivia Melisa UNIVERSITAS PAHLAWAN
  • Widawati UNIVERSITAS PAHLAWAN
  • Eka Roshifita Rizqi UNIVERSITAS PAHLAWAN

DOI:

https://doi.org/10.63477/(juski).v2i2.562

Abstract

Subtitution of fish meatballs from striped catfish with its liver are a processed food product that utilizes striped catfish liver as a source of iron (Fe). Commercially available meatballs are generally not formulated as iron-rich foods, whereas adolescents are a group vulnerable to anemia and require adequate iron intake to support growth and daily activities. This study aimed to determine the best formulation of striped catfish liver meatballs, analyze their nutritional content, and evaluate their feasibility as an iron-rich food. The research was carried out in 2025 using a Completely Randomized Design (CRD) with one control and three treatment formulations, namely F0 (100% striped catfish meat), F1 (90% striped catfish meat + 10% striped catfish liver), F2 (80% striped catfish meat + 20% striped catfish liver), and F3 (70% striped catfish meat + 30% striped catfish liver). Proximate analysis and iron content analysis were conducted in the laboratory, while organoleptic evaluation was carried out descriptively with 25 panelists. The results of the organoleptic test showed that formulation F1 was the best formulation, with an acceptance rate of 95%. The nutritional composition of F1 meatballs per 100 grams consisted of 45.22% moisture, 0.90% ash, 19.51% protein, 5.20% fat, 29.02% carbohydrates, 0.35% calcium, and 19.5 mg of iron. The iron content was categorized as high and met the criteria for an iron-rich food according to BPOM regulations (2022). In addition to having good nutritional quality and acceptability, F1 meatballs were also more economical than the control. This study recommends further development of striped catfish–based processed food products to enhance local food diversification and add value to the fisheries industry, as well as further research on other micronutrients such as vitamin A, phosphorus, and zinc (Zn), and formulation innovations through the addition of spices or natural ingredients to improve flavor, aroma, and product competitiveness.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, M., dkk. (2023). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Andarwulan, N., Kusnandar, F., & Herawati, D. (2011). Analisis pangan. Dian Rakyat.

Andriani, Y., & Laksmi, M. E. (2023). Berat badan lahir dengan kejadian anemia pada balita di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 21(4), 281–289.

Anwar, K., & Irhani, N. (2018). Teknologi pengolahan hasil perikanan.

Astawan, M., & Wresdiyati, T. (2018). Ilmu gizi: Dasar dan aplikasinya. IPB Press.

Badan Standardisasi Nasional. (2015). SNI 2346.1:2015–Metode pengujian organoleptik pada produk pangan. BSN.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan.

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 7266:2017 – Bakso ikan. BSN.

Damayanti, E., & Apriantono, A. (2020). Analisis zat gizi pangan. IPB Press

Faiqah, S., Ristrini, R., & Irmayani, I. (2023). Hubungan usia, jenis kelamin, dan berat badan lahir dengan kejadian anemia pada balita di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 21(4), 281–289.

Herwandar, F. R., & Soviyati, E. (2020). Perbandingan kadar hemoglobin pada remaja premenarche dan postmenarche di Desa Ragawacana Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun 2018. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada, 11(1), 71–82.

Hidayat, I., & Insafitri, I. (2021). Metode Kjeldahl untuk analisis protein pangan Kemenkes RI. (2017). Pedoman kerahasiaan data penelitian.

Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Litbangkes.

Kemenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman gizi seimbang remaja.

Khairunnisa, N., & Syukri, M. (2019). Analisis organoleptik dan mutu pangan.

Kristiandi, F., dkk. (2021). Analisis kadar abu bahan pangan.

Nasruddin, H., Syamsu, R. F., & Permatasari, D. (2021). Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(4), 357–364.

Nasution, A. (2021). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam penelitian pangan.

Nielsen, S. S. (2010). Food analysis (4th ed.). Springer.

Nurhalinur. (2020). Substitusi bakso ikan patin dengan hati ikan patin sebagai alternatif produk olahan di sentra pengolahan ikan pascapanen Kecamatan XIII Koto Kampar.

Parikesit, A. (2022). Pengaruh penambahan fermentasi suplemen herbal pada pakan pelet ikan terhadap kadar glukosa darah dan asam urat pada ikan nila (Oreochromis niloticus) [Disertasi, Universitas PGRI Semarang].

Prastiti, N. (2023). Pengaruh perbandingan tepung gembili (Dioscorea esculenta) dengan hati ikan patin (Manihot utilissima) dan konsentrasi karagenan terhadap karakteristik bakso ayam [Disertasi, Universitas Pasundan]. Fakultas Teknik Universitas Pasundan.

Rohman, A. (2013). Kimia pangan: Teori dan aplikasi. UGM Press.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.

Wahyuntari, E., & Ismarwati, I. (2020). Pembentukan kader kesehatan posyandu remaja Bokoharjo Prambanan. Jurnal Inovasi Abdimas Kebidanan (JIAK), 1(1), 14–18.

Winarno, F. G. (2004). Kimia pangan dan gizi (edisi lebih awal). PT Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F. G. (2017). Kimia pangan dan gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.

Zainal, A., Marlida, Y., & Fitriani, N. (2020). Potensi ikan patin (Pangasius sp.) sebagai sumber protein hewani alternatif. Jurnal Peternakan Indonesia, 22(2), 91–98.

Downloads

Published

2026-07-28

How to Cite

Melisa, O., Widawati, & Eka Roshifita Rizqi. (2026). Substitusi Daging Dengan Hati Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Pada Bakso Ikan Sebagai Makanan Selingan Sumber Fe Bagi Remaja. Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia, 2(2), 14–22. https://doi.org/10.63477/(juski).v2i2.562
Abstract viewed = 3 times