Tinjauan Hukum Pidana Terhadap Overspel Dengan Sesama Jenis Dalam Hukum Pidana Islam
DOI:
https://doi.org/10.63477/jols.v3i4.661Keywords:
Tinjauan Hukum, Overspel, Hukum Pidana Islam, Hukum Pidana, Sesama JenisAbstract
This study aims to analyze the provisions regarding overspel (adultery/extramarital sexual relations) under positive criminal law and Islamic criminal law, and to examine the sanctions for same-sex overspel according to Islamic criminal law. The research employs a normative legal methodology, utilizing both statutory and conceptual approaches. Data were gathered through a literature review of the former Criminal Code, the new Criminal Code (Law Number 1 of 2023), fiqh jinayah (Islamic criminal jurisprudence) literature, the Quran, hadith, and the opinions of Islamic scholars (ulama). The data were analyzed qualitatively using deductive reasoning. The findings indicate that the former Criminal Code, under Article 284, regulates overspel in a limited manner and does not encompass same-sex relations. Conversely, the new Criminal Code, through Articles 411 and 412, expands the regulation of zina (adultery) and cohabitation outside of marriage using more neutral language, which potentially includes same-sex relations. In Islamic criminal law, same-sex relations are categorized as liwāṭ (male-male sexual acts) or musāḥaqah (female-female sexual acts), both of which are prohibited. Sanctions may take the form of ḥudūd (fixed penalties) or taʿzīr (discretionary penalties), depending on the nature of the act and the fulfillment of evidentiary requirements, with the objective of safeguarding honor, lineage, and public order.
Downloads
References
Al-Jazari, A. (n.d.). KitabAl-Fiqh Ala Mazahib Al-Araba’ah. Daar al-Fikr.
Ali, Z. (2016). Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika.
Audah, A. Q. (2008). Ensiklopedia Hukum Pidana Islam IV Terj. At Tafsir Al jina’il Al islami. Kharisma Ilmu.
Aulia, M. F. (2022). Analisis Perbandingan Penerapan Hukum Keluarga Di Mesir Dan Di Indonesia. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 2(2), 123–132. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14327
Az-Zuhaili, W. (2011). Fiqih Islam Wa Adillatuhu (A. H. Al-Kattani (ed.)). Gema Insani.
Bahiej, A. (2003). Tinjaun Yuridis atas Delik Perzinahan ( Overspel ) dalam Hukum Pidana Indonesia. Sosio-Relegia, 2(2), 1–22.
Bahiej, A. (2017). Tinjauan Yuridis atas Delik Perzinahan (overspel) dalam Hukum Pidana Indonesia. Sosio-Relegia, 2(2), 2.
Baiquni, A. (2020). Prihatin, 10 Kasus Cerai di Bogor Dipicu Perselingkuhan Sesama Jenis _ Dream. Dream.Co.Id.
Calvin, & Azizah, N. (2024). Tinjauan Hukum Pidana Islam terhadap Parameter Pemidanaan Hukuman Mati dalam KUHP Nasional. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 7(1), 21.
Candra, M., & Nadhiva, N. P. (2020). TINJAUAN FILSAFAT HUKUMAN DALAM ISLAM TERHADAP OVERSPEL DAN ZINA. Al-Jinâyah: Jurnal Hukum Pidana Islam, 6(2), 450–476.
Dahlan, A. A. (1996). Ensiklopedi Hukum Islam. Ichtiar Baru Van Hoeve.
Detik news, A. (2019). Dinkes Kabupaten Bekasi Ingatkan Istri tentang Banyaknya Suami Gay. Https://News.Detik.Com/Berita/d-4808180/Dinkes-Kabupaten-Bekasi-Ingatkan-Istri-Tentang-Banyaknya-Suami-Gay/1.
Djubaedah, N. (2010). Perzinaan Dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam. Kencana.
Indonesia, D. A. R. (2018). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Ishak. (2012). Analisis Hukum Islam tentang Perbuatan Zina dalam Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dalam Pembaharuan Hukum Pidana. Kanun : Jurnal Ilmu Hukum, 14(1), 165–178.
Kementrian Kesehatan. (2020). infoDatin HIV Aids. In Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Lamintang. (1990). Delik-delik Khusus: Tindak Pidana yang Melanggar Norma-norma Kesusilaan dan Norma Kepatutan. Mandar Maju.
Mertokusumo, S. (2016). Hukum Acara Perdata Indonesia. Liberty.
Muslich, A. W. (2005). Hukum Pidana Islam. Sinar Grafika.
Nata, R., & Ain, W. (2015). Perbandingan Zinah (OVERSPEL) Dalam Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) Dan Zinah (Hubungan Luar Kawin) Dalam Hukum Islam. Lex Jurnalica, 12(1), 61.
Nikhio, A., Sekarwati Amalia, C., & Irawan, Z. (2023). Penegakan hukum di Indonesia: Peran Pemerintah dalam Mewujudkannya. Indigenous Knowledge, 2(6), 414–423.
Rangkuti, C. I., Syahmedi, R., & Syahputra, A. (2026). Aspek Pidana dalam Praktik Poligami tanpa Izin (Studi Kritis terhadap Pasal 279 KUHP dan Undang-Undang Perkawinan). Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 4(1), 18–37.
Rusyd, I. (2010). Bidayatul mujtahid wa nihayatul muqtashid. Maktabah Asy-Syuruq Ad-Dauliyah.
Sahetapy, B., & Reksodiputro, M. (1989). Parados dalam Kriminologi. Rajawali Pers.
Santoso, T. (2021). Hukum Pidana : Suatu Pengantar. RajaGrafinfo Persada.
Sari, S. M. (2023). Fiqih Jinayah (Pengantar Memahami Hukum Pidana Islam). Sonpedia Publishing Indonesia.
Suhaimi, D., Savira, M., & Krisnadi, S. R. (2009). Pencegahan Dan Penatalaksanaan Infeksi Hiv/Aids Pada Kehamilan. Majalah Kedokteran Bandung, 41(2), 1–7. https://doi.org/10.15395/mkb.v41n2.184
Syarifudin, A. (2003). Garis-garis Besar Fiqh. Kencana.
Turnip, I. R. S., Sukiati, & Irwan. (2021). Urgensi Penerapan Teori Hukum Dalam Penulisan Skripsi Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum. UIN Sumatera Utara.
Z., T. K., Sihombing, A. M., & Berliane, A. (2023). Konstruksi Politik Hukum Pidana Terhadap Delik Perzinaan Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Binamulia Hukum, 12(1), 11–24. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i1.445
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fauzan Hilal Zuhri, Akmaluddin Syahputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















