Protection of a Child's Civil Rights in Disputes Regarding Lineage and Maintenance: An Analysis of Judgment Number 197/Pdt.G/2025/PA.LLG
DOI:
https://doi.org/10.63477/jols.v3i4.656Keywords:
Child's Origins, Child's Civil Rights, Child Support, Child Born Out of Wedlock, RechtsvindingAbstract
Disputes regarding a child's origins, coupled with claims for financial support, highlight the complexities involved in protecting the civil rights of children born outside of a lawful marriage. This study aims to analyze the legal reasoning in Lubuklinggau Religious Court Decision Number 197/Pdt.G/2025/PA.LLG concerning the establishment of a biological relationship without DNA testing and the scope of the child's civil rights. The study employs a normative legal research method utilizing case, statutory, and conceptual approaches, with the decision in question serving as the primary object of analysis. Legal materials were analyzed using a descriptive-qualitative method through legal deduction. The findings indicate that the panel of judges limited civil rights to maintenance, education, and healthcare—without establishing ties of lineage (nasab) or inheritance—thereby harmonizing Constitutional Court Decision Number 46/PUU-VIII/2010 with MUI Fatwa Number 11 of 2012. The application of this decision to relationships outside of marriage reflects progressive rechtsvinding (judicial law-finding), yet it leaves unresolved normative tensions. Future research should examine the consistency of this legal construction across other religious court rulings.
Downloads
References
Abid, H., Rohaedi, E., & Kusnadi, N. (2022). Kedudukan anak luar kawin pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. PALAR (Pakuan Law Review), 8(4), 129–140. https://doi.org/10.33751/palar.v8i4.6808
Diani, A. A. (2025). Tes deoxyribo nucleic acid (DNA) sebagai alat bukti dalam membuktikan anak luar kawin. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum (JIMHUM), 5(1), 34–42.
Fahmi, M., & Fahmi, F. (2019). Penetapan nasab anak mulā’anah melalui tes DNA: Studi atas metode istinbāṭ Yūsuf al-Qaraḍāwī. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 3(1), 133–152. https://doi.org/10.22373/sjhk.v3i1.5024
Ilhami, H. (2018). Kontribusi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang kedudukan anak hasil zina dan perlakuan terhadapnya dalam hukum keluarga Islam di Indonesia. Mimbar Hukum, 30(1), 1–16. https://doi.org/10.22146/jmh.29048
Instruksi Presiden Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
Lisasih, N. Y., & Wahyudi, E. (2024). Kajian terhadap proses pembuktian gugatan hak anak luar kawin melalui alat bukti tes DNA dikaji dari Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010, KUHPerdata dan teori keadilan. Lex Jurnalica, 21(2), 237–245. https://doi.org/10.47007/lj.v21i2.7940
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2012). Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2012 tentang Rumusan Hukum Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2018 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2012). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Majelis Ulama Indonesia. (2012). Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Kedudukan Anak Hasil Zina dan Perlakuan Terhadapnya.
Mertokusumo, S. (1985). Hukum acara perdata Indonesia. Liberty.
Pengadilan Agama Lubuklinggau. (2025). Putusan Pengadilan Agama Lubuklinggau Nomor 197/Pdt.G/2025/PA.LLG.
Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019.
Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674.
Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 232, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5475.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 184.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6401.
Ulum, M. B. (2009). Kedudukan hasil tes DNA dalam penetapan status hukum anak luar nikah. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 3(1), 69–82. https://doi.org/10.24090/mnh.v3i1.3681.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chelsy Seva Amelia, Sinung Mufti Hangabei, Betra Sarianti, Riri Tri Mayasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















